Motivasi dan Entrepreneurial Mindset
Hal lain yang dapat mempengaruhi peningkatan motivasi karyawan adalah perasaan memiliki organisasi. Karyawan perlu mempunyai perasaan memiliki organisasi dan seperti partner bisnis anda. Oleh karena itu perlu dikembangkan pola pikir entrepreneur (entrepreneurial mindset). Langkah-langkah untuk mencapai entrepreneurial mindset, antara lain : (lagi…)
Sikap Kerja
Menurut Robbins (2007), sikap adalah pernyataan-pernyataan evaluatif – baik yang diinginkan atau yang tidak diinginkan – mengenai obyek, orang atau peristiwa. Tiga komponen sikap, antara lain: kognitif, afektif dan perilaku. Komponen kognitif sikap adalah segmen pendapat atau keyakinan dari sikap. Komponen afektif sikap adalah segmen emosional atau perasaan dari sikap. Komponen perilaku sikap adalah maksud untuk berperilaku dalam cara tertentu terhadap seseorang atau sesuatu. (lagi…)
SIM di RS
Rumah sakit (RS) di era sekarang merupakan suatu industri jasa, dengan produk yang heterogen, padat karya yang multidisiplin dan profesional, padat karya, padat modal, padat teknologi serta padat informasi. Sebagai organisasi yang dinamis dan unsurnya sangat kompleks, rumah sakit dipengaruhi lingkungan yang selalu berubah. Di tengah kebutuhan dan harapan kastemer yang semakin meningkat, rumah sakit secara konsisten senantiasa dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan prima dan harus selalu memperhatikan etika dalam pelayanan. (lagi…)
Perasaan Menyenangkan dan Motivasi
Suatu lingkungan kerja yang nyaman mendorong karyawan mempunyai:
1. Banyak energi,
2. Kepercayaan diri yang lebih besar,
3. Kegairahan untuk pekerjaan mereka,
4. Semangat tim,
5. Motivasi yang stabil, dan
6. Sikap positif.
(lagi…)
Harapan dan Motivasi
Motivasi sebagian berasal dari harapan – harapan untuk sukses dari usaha kita dan untuk masa depan yang lebih baik. Dengan adanya harapan, kita dapat menjadi apapun yang kita inginkan. Karena kita dapat mempunyai komitmen dan rasa antusias terhadap masa depan yang kita harapkan, sehingga hal itu akan mendorong kita untuk bekerja lebih keras. Selain itu, dibutuhkan pula kepercayaan. Karena kerja tim bersumber dari rasa percaya dari masing-masing anggota tim.
12 Landasan untuk Membangun harapan dan kepercayaan dalam satu organisasi: (lagi…)
Pemberdayaan untuk Motivasi
Cara lain untuk mempengaruhi motivasi karyawan secara positif, daripada hanya memberikan kata-kata, seorang manager perlu memberi:
a. Tanggung jawab untuk meraih sesuatu, dan
b. Otoritas untuk melakukan sesuatu dengan cara mereka.
Cara ini akan memberdayakan karyawan dan selanjutnya akan mempengaruhi motivasi karyawan. Pemberdayaan karyawan juga akan mendorong terbentuknya pola pikir entrepreneur. Delegasikan beberapa tugas anda sebagai manajer, dan percayakan tugas tersebut pada karyawan untuk dikerjakan dengan caranya.
(lagi…)
Menghubungkan Motivasi dengan Kinerja
Definisi kinerja tergantung dari konteks anda dan situasi anda. Jangan menganggap bahwa karyawan mengerti apa yang anda maksud dengan kinerja. Mereka mungkin mempunyai pemahaman yang berbeda, atau malah tidak mengerti sama sekali. Anda harus menyusun definisi kinerja, harapan kinerja yang harus dicapai bersama dengan karyawan.
8 langkah untuk membantu karyawan mencapai kinerja yang lebih baik:
(lagi…)
Memotivasi Karyawan
Motivasi adalah suatu hal yang mendorong kita untuk melakukan sesuatu. Orang termotivasi untuk melakukan segala hal yang mereka percaya sebagai minat utama mereka. Dari perspektif manajemen, sebaiknya menggarisbawahi pernyataan berikut: anda tidak dapat memotivasi orang lain, anda hanya dapat mempengaruhi apa yang menjadi motivasi mereka. Sebagai manajer, tidaklah mungkin tidak mempengaruhi motivasi karyawan, baik dengan dampak yang baik ataupun buruk bagi organisasi. Pertanyaan yang perlu dipikirkan oleh manajer adalah: “Apakah saya mempengaruhi motivasi karyawan secara negatif atau positif?”
Ada konsep motivasi yang terdiri dari dua faktor, yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik meliputi minat pribadi, hasrat dan pemenuhan keinginan. Sedangkan faktor ekstrinsik meliputi pujian dari orang lain, promosi jabatan, dan penghargaan. Namun, bagaimanapun juga motivasi sangat besar pengaruhnya dari faktor intrinsik, yaitu yang berasal dari dalam diri sendiri.
Ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh seorang manajer untuk memahami motivasi intrinsik, yang disebut 3Cs, yaitu:
SDM di RS
Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti kursus tentang human resources management. Kebanyakan pesertanya berasal dari industri manufaktur, begitu pula instrukturnya. Hanya saya yang berasal dari bidang kesehatan, khususnya rumah sakit. Dan hanya saya juga yang masih berstatus mahasiswa. Ketika saya ditanya alasan mengikuti kursus ini, saya jawab, karena dari pengalaman saya magang selama setahun di rumah sakit dan RS-RS lain yang pernah saya kunjungi, seringkali saya melihat secanggih apapun teknologi yang dimiliki rumah sakit, masalah yang paling mendasar adalah tentang SDMnya. (lagi…)