Sikap Kerja

Menurut Robbins (2007), sikap adalah pernyataan-pernyataan evaluatif – baik yang diinginkan atau yang tidak diinginkan – mengenai obyek, orang atau peristiwa. Tiga komponen sikap, antara lain: kognitif, afektif dan perilaku. Komponen kognitif sikap adalah segmen pendapat atau keyakinan dari sikap. Komponen afektif sikap adalah segmen emosional atau perasaan dari sikap. Komponen perilaku sikap adalah maksud untuk berperilaku dalam cara tertentu terhadap seseorang atau sesuatu. (lagi…)

Juni 18, 2008. Tag: . Uncategorized. 1 comment.

Pemberdayaan untuk Motivasi

Cara lain untuk mempengaruhi motivasi karyawan secara positif, daripada hanya memberikan kata-kata, seorang manager perlu memberi:
a. Tanggung jawab untuk meraih sesuatu, dan
b. Otoritas untuk melakukan sesuatu dengan cara mereka.
Cara ini akan memberdayakan karyawan dan selanjutnya akan mempengaruhi motivasi karyawan. Pemberdayaan karyawan juga akan mendorong terbentuknya pola pikir entrepreneur. Delegasikan beberapa tugas anda sebagai manajer, dan percayakan tugas tersebut pada karyawan untuk dikerjakan dengan caranya.
(lagi…)

Juni 17, 2008. Tag: , . Uncategorized. Tinggalkan komentar.

Menghubungkan Motivasi dengan Kinerja

Definisi kinerja tergantung dari konteks anda dan situasi anda. Jangan menganggap bahwa karyawan mengerti apa yang anda maksud dengan kinerja. Mereka mungkin mempunyai pemahaman yang berbeda, atau malah tidak mengerti sama sekali. Anda harus menyusun definisi kinerja, harapan kinerja yang harus dicapai bersama dengan karyawan.
8 langkah untuk membantu karyawan mencapai kinerja yang lebih baik:
(lagi…)

Juni 17, 2008. Tag: , . Uncategorized. 1 comment.

Memotivasi Karyawan

Motivasi adalah suatu hal yang mendorong kita untuk melakukan sesuatu. Orang termotivasi untuk melakukan segala hal yang mereka percaya sebagai minat utama mereka. Dari perspektif manajemen, sebaiknya menggarisbawahi pernyataan berikut: anda tidak dapat memotivasi orang lain, anda hanya dapat mempengaruhi apa yang menjadi motivasi mereka. Sebagai manajer, tidaklah mungkin tidak mempengaruhi motivasi karyawan, baik dengan dampak yang baik ataupun buruk bagi organisasi. Pertanyaan yang perlu dipikirkan oleh manajer adalah: “Apakah saya mempengaruhi motivasi karyawan secara negatif atau positif?”

Ada konsep motivasi yang terdiri dari dua faktor, yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik meliputi minat pribadi, hasrat dan pemenuhan keinginan. Sedangkan faktor ekstrinsik meliputi pujian dari orang lain, promosi jabatan, dan penghargaan. Namun, bagaimanapun juga motivasi sangat besar pengaruhnya dari faktor intrinsik, yaitu yang berasal dari dalam diri sendiri.

Ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh seorang manajer untuk memahami motivasi intrinsik, yang disebut 3Cs, yaitu:

(lagi…)

Juni 16, 2008. Tag: , . Uncategorized. Tinggalkan komentar.

SDM di RS

Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti kursus tentang human resources management. Kebanyakan pesertanya berasal dari industri manufaktur, begitu pula instrukturnya. Hanya saya yang berasal dari bidang kesehatan, khususnya rumah sakit. Dan hanya saya juga yang masih berstatus mahasiswa. Ketika saya ditanya alasan mengikuti kursus ini, saya jawab, karena dari pengalaman saya magang selama setahun di rumah sakit dan RS-RS lain yang pernah saya kunjungi, seringkali saya melihat secanggih apapun teknologi yang dimiliki rumah sakit, masalah yang paling mendasar adalah tentang SDMnya. (lagi…)

Juni 16, 2008. Tag: , . Uncategorized. 2 komentar.